Jumat, 18 Januari 2013

Perluasan Wilayah dan Sistem Kemiliteran Turki Usmani



1.    Perluasan Wilayah
Setelah usman mengumumkan dirinya sebagai Padisyah Al-Usman ( raja besar keluarga Usman), pada tahun 699 H ( 1300 M) dia mulai memperluas wilayahnya. Perluasan wilayah ( ekspansi)  para sultan usman menjadi model. Hal itu berlangsung paling tidak sampai dengan masa pemerintahan Sulaiman I. untuk mendukung hal itu,Orkhan (Urkhan)[1] membentuk pasukan tangguh/ pasukan baru yang dikenal dengan Inkhisyariah ( Janissariyyah).[2] Ternyata dengan pasukan ini seolah- olah dinasti Usmaniyah memiliki mesin perang yang paling kuat dan memberikan dorongan yang besar sekali bagi penaklukan negeri-negeri non muslim. Oleh karena itu pada masa orkhan dapat ditaklukan Broessa ( Turki) Izmir ( Asia kecil) dan Angkara.[3]
Penggantinya, yaitu puteranya yang bernama Murad I yang berhasil menaklukan banyak daerah ,seperti Adrianopoli, Masedonia, Bulgaria, Serbia dan Asia Kecil. Namun yang paling monumental adalah penaklukan penaklukan dan Kosova ( 1389 M).

Kemunculan Islam dalam Kitannya dengan Islamisasi di Afrika


  1.    ISLAM  MASA ROSULULLAH DAN KHULAFAURROSYIDUN
Pada permulaan abad VII M Datanglah pembawa obor kesejahteraan dan kemanusiaan, Muhammad Saw. Ia sebagai Nabi terakhir sekaligus rahmatallil’alamin bagi umat manusia dengan islam sebagai ajaran agama yang baru. Muhammad  patut disebut sebagai guru utama bagi para pembaruan. Ajaran kebenaran yang menjadi perombak social kemasyarakatan yang muncul di tengah-tengah gurun pasir yang tandus dan masyarakat terbelakang  dengan predikat “jahiliyyah”, dikarenakan moral mereka sudah luntur  dan jauh dari ketauhidan.[1]Dalam hal ini Philip K.Hitti mencatat sebagai berikut:

Kamis, 17 Januari 2013

Aliran Mu'tazilah

A.    SEJARAH LAHIRNYA MU’TAZILAH
          Secara harfiah kata mu’tazilah berasal dari suku kata “i’tazala” yang berarti berpisah atau memisahkan diri. Secara teknis , istilah mu’tazilah menunjuk pada dua golongan.
Golongan pertama adalah muncul sebagai respon politik murni. Golongan ini yang bersikap netral terhadap pertentangan politik terutama antara ali dan lawan-lawan politiknya ( muawwiyah, abdullah bin zubair, dan sebagainya). Karena kelompok ini bbersikap menjauhkan diri dari pertikaian masalah khilafah. Inilah yang disebut sebagai mu,tazilah satu.
Golongan kedua adalah muncul sebagai respon persoalan teologis yang berkembang di kalangan khowarij dan murjiah akibat adanya peristiwa tahkim. Golongan ini lahir karena berbeda dengan kelompok sebelumna tentang pemberian status kafir pada orang yang berbuat dosa besar.[1]

“Agama dan Bayang-Bayang Etis Syaikh Yusuf Al-Makassari”

Judul buku      : Agama dan Bayang-Bayang Etis -Syaikh Yusuf al-Makassari
Pengarang       : Dr.  Mustari Mustafa
Tahun terbit     : 2011
Penerbit           : L-kis Yogyakarta
Jumlah halaman: 206 halaman; 14,5 x 21 cm
A.  Tentag Penulis dan Latar Belakang Penulisan
Buku ini merupaka karya bapak Mustari Mustafa , salah satu mahasiswa pascasarjana di Jurusan Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada. Dalam karyanya ini , penulis ingin mengungkap nilai-nilai filosofis dari dakwah dan perilaku kehidupan keagamaan seorang ulama besar nusantara  abad 17 yang oleh pegantar redaksinya disebut dengan lengkap namanya, ialah Syaikh al- Hajj Yusuf Abu al-Mahasin Hadiyatullah al-Taj al- Maqashshari atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Syaikh Yusuf al- Makassari. Buku ini setidaknya terdiri dari enam bab yang akan dibahas, yaitu: 1. Bab Pertama, berisi pendahuluan, 2. Bab Kedua,

Ibnu Kholdun dan Sumbangannya dalam Sejarah Sosial Umat Manusia


A.    Biografi ibnu Kholdun
Ibnu Kholdun bernama lengkap Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan, seorang sejarawan yang sering dikenang sebagai “ Bapak Sosiologi Islam”. Ia lahir di Tunisia pada 1 Ramadhan 732/27  Mei 1332, dan meninggal di Kairo pada 25 Ramadhan 808/ 1 Mei 1406. Perlu diketahui pula bahwa pada masanya, ia adalah ilmuwan terkemuka dalam berbagai bidang, seperti sejarah dan filsafat. Ia juga aktif dalam kegiatan politik.
Pada masa kecilnya  di Tunisia ia belajar berbagai cabang ilmu pengetahuan, seperti mantiq, filsafat, fikih, dan sejarah. Selain itu ia juga menghafal al-Qur’an dan tajwid.

Dinasti Buwaihiyah




Asal-usul Dinasti  Buwaihiyah
menurut catata badri yatim, kehadiran dinasti Buwaihiyah tidak lepas dari adanya tiga bersaudara yang merupakan putra dari Syuja’ Buwaih, yaitu ali, hasan, dan ahmad.[1] Syuja’ sendiri merupakan seorang pencari ikan/ nelayan kecil yag tinggal di daerah dailam, dengan kondisi ekonomi yang demikian, ketiga putra syuja’ memasuki dinas kemiliteran yang ketika itu dipandang banyak mendatangkan rezki. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa keterlibatan ketiga putra syuja’ memasuki dinas kemiliteran pada awalya  hanya bermotif ekonomi semata.

Jahuri, Pengajar Ngaji Sejati



   Jahuri, itulah nama saya, nama yang sangat pendek sekali karena hanya terdiri dari satu kata. Kalau saya menebak-nebak bahwa jahuri ini dari bahasa arab yang kurag lebih memiliki arti mutiara, atau mungkin isi/ konten. Ya munkin orang tua saya megharapkan agar saya kelak seperti sebuah mutiara, walaupun kecil ( baik bentuknya, ataupun ditempatkan di wadah yang kecil/ tak berharga tapi tetap memiliki nilai jual yang fantastis). Ketika saya melihat catatan Kartu Keluarga ( KK) tertulis bahwa saya terlahir pada tanggal  07  Juni 1958 di desa Dukuhwidara kecamatan Pabedilan , kabupaten Cirebon