Tampilkan postingan dengan label Sejarah Peradaban Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Peradaban Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Januari 2013

Awal Islamisasi di Asia Tenggara




A.    Asia Tenggara di Zaman Perniagaan Maritim
Asia Tenggara menjadi wilayah  Perdagangan Internasional, terutama daerah gugusan pulau-pulau ( maritim). Pada saat itu terdapat dua jalur Perniagaan Internasional,
1.      Jalur Perniagaan Darat atau yang biasa disebut Jalur Sutra ( Silk Road), yang dimulai dari Tiongkok-Turkistan-Laut tengah. Ini adalah jalur paling tua yang menghubungkan antara Cina dan Eropa
2.      Jalur Perniagaan Laut, dimulai dari Cina-Laut Cina Selatan-Selat Malaka-Calicut-( India)-Teluk Persia melalui Syam ( Siria) sampai ke Laut Tengah atau melalui Laut Merah sampai ke Mesir lalu menuju ke Laut Tengah’

Perluasan Wilayah dan Sistem Kemiliteran Turki Usmani



1.    Perluasan Wilayah
Setelah usman mengumumkan dirinya sebagai Padisyah Al-Usman ( raja besar keluarga Usman), pada tahun 699 H ( 1300 M) dia mulai memperluas wilayahnya. Perluasan wilayah ( ekspansi)  para sultan usman menjadi model. Hal itu berlangsung paling tidak sampai dengan masa pemerintahan Sulaiman I. untuk mendukung hal itu,Orkhan (Urkhan)[1] membentuk pasukan tangguh/ pasukan baru yang dikenal dengan Inkhisyariah ( Janissariyyah).[2] Ternyata dengan pasukan ini seolah- olah dinasti Usmaniyah memiliki mesin perang yang paling kuat dan memberikan dorongan yang besar sekali bagi penaklukan negeri-negeri non muslim. Oleh karena itu pada masa orkhan dapat ditaklukan Broessa ( Turki) Izmir ( Asia kecil) dan Angkara.[3]
Penggantinya, yaitu puteranya yang bernama Murad I yang berhasil menaklukan banyak daerah ,seperti Adrianopoli, Masedonia, Bulgaria, Serbia dan Asia Kecil. Namun yang paling monumental adalah penaklukan penaklukan dan Kosova ( 1389 M).

Kemunculan Islam dalam Kitannya dengan Islamisasi di Afrika


  1.    ISLAM  MASA ROSULULLAH DAN KHULAFAURROSYIDUN
Pada permulaan abad VII M Datanglah pembawa obor kesejahteraan dan kemanusiaan, Muhammad Saw. Ia sebagai Nabi terakhir sekaligus rahmatallil’alamin bagi umat manusia dengan islam sebagai ajaran agama yang baru. Muhammad  patut disebut sebagai guru utama bagi para pembaruan. Ajaran kebenaran yang menjadi perombak social kemasyarakatan yang muncul di tengah-tengah gurun pasir yang tandus dan masyarakat terbelakang  dengan predikat “jahiliyyah”, dikarenakan moral mereka sudah luntur  dan jauh dari ketauhidan.[1]Dalam hal ini Philip K.Hitti mencatat sebagai berikut:

Kamis, 17 Januari 2013

Ibnu Kholdun dan Sumbangannya dalam Sejarah Sosial Umat Manusia


A.    Biografi ibnu Kholdun
Ibnu Kholdun bernama lengkap Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan, seorang sejarawan yang sering dikenang sebagai “ Bapak Sosiologi Islam”. Ia lahir di Tunisia pada 1 Ramadhan 732/27  Mei 1332, dan meninggal di Kairo pada 25 Ramadhan 808/ 1 Mei 1406. Perlu diketahui pula bahwa pada masanya, ia adalah ilmuwan terkemuka dalam berbagai bidang, seperti sejarah dan filsafat. Ia juga aktif dalam kegiatan politik.
Pada masa kecilnya  di Tunisia ia belajar berbagai cabang ilmu pengetahuan, seperti mantiq, filsafat, fikih, dan sejarah. Selain itu ia juga menghafal al-Qur’an dan tajwid.

Dinasti Buwaihiyah




Asal-usul Dinasti  Buwaihiyah
menurut catata badri yatim, kehadiran dinasti Buwaihiyah tidak lepas dari adanya tiga bersaudara yang merupakan putra dari Syuja’ Buwaih, yaitu ali, hasan, dan ahmad.[1] Syuja’ sendiri merupakan seorang pencari ikan/ nelayan kecil yag tinggal di daerah dailam, dengan kondisi ekonomi yang demikian, ketiga putra syuja’ memasuki dinas kemiliteran yang ketika itu dipandang banyak mendatangkan rezki. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa keterlibatan ketiga putra syuja’ memasuki dinas kemiliteran pada awalya  hanya bermotif ekonomi semata.